Buk Guru Foto Bugil Disebar di Internet

Buk guru foto bugil disebar di internet, ingin menarik hati kekasihnya, seorang ibu guru di Kabupaten Tuban, Jawa Timur nekat pose telanjang. Lima foto bugilnya itu beredar luas di internet. Menurut pakar telematika, foto tersebut  asli dan bukan hasil rekayasa. Aksi nekatnya tersebut sempat menggegerkan masyarakat Tuban, terutama lingkungan sekolah tempatnya mengajar.

Buk Guru Foto Bugil Disebar di Internet

Staff pengajar itu, bernama Sulistiyowati (28), sehari-harinya tinggal di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Dia mengajar pada salah satu SMP Swasta di Kota Tuban, sebagai guru honorer. Tapi, entah kenapa foto bugilnya tiba-tiba muncul dan beredar luas di internet. Sementara itu dia hanya bisa kaget dan menangis ketika polisi datang menjemput dirinya untuk dimintai keterangan.

Dia mengaku tidak habis pikir, mengapa foto-fotonya itu bisa beredar luas di internet. “Wah, bukan hanya kaget lagi, sampai nangis karena malu malah,” kata Sulis, saat ditemui di Mapolresta Tuban. Menurut Sulis semua itu berawal dari perkenalannya dengan seorang pria bernama Chandra melalui jejaring social Facebook.

Setelah saling tukar menukar nomer pin BB, keduanya pun sering ngobrol melalui BBM an. Beberapa minggu berkenalan dan terus berhubungan melalui BBM keduanyapun sudah sangat akrab selayaknya pasanagn yang sudah lama kenal. “Saya sering disebut dengan panggilan sayang. Juga Candra kadang memanggil mama. Padahal kami belum pernah sekalipun ketemu darat,” paparnya.

Suatu hari diawal Bulan Juni, candra meminta dikirimkan foto Sulis. Alasannya sebagai pelepas rindu. Tapi foto yang diminta bukan foto biasa, melainkan foto syur Sulis. Sebagai seorang perempuan tentu saja Sulis menolak mentah-mentah keinginan candra itu. dia merasa malu dan risih, apalagi foto yang diminta harus mempertontonkan organ intimnya.

“Saya terus dirayu. Alasannya hanya sebagai pelepas rindu, dan akan disimpan baik-baik. Kalau saya tidak mengirimkan foto itu, maka candra mengancam tidak mau berhubungan lagi dengan saya,” kenang perempuan berstatus janda beranak satu ini. Meski hanya berkenalan melalui jejaring social, rasa suka Sulis pada Candra sangat besar.

Dengan berat hati dia pun meluluskan permintaan nyeleneh pacarnya tersebut. Pada Hari Sabtu malam, Sulis pun mengirimkan foto-fotonya kepada Chandra melalui MMS dari BlackBerry-nya. Ada lima pose foto yang dikirim. Beberapa hari kemudian, betapa kaget nya Sulis tatkala dia dipanggil ke kantor kepala sekolah.

Perihal pengaduan beberapa murid yang mengaku melihat pose seronok guru mereka di jejaring social facebook. “Yah semua sudah terjadi. saya salah, kok segampang itu percaya pada lelaki. Saya pasrah, biar jadi pelajaran untuk diri saya. Saya mohon maaf karena sudah mencoreng nama sekolah dan profesi sebagai staff pendidik,” tuturnya, dengan menahan isak tangis kesedihannya.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Tuban, AKP Wahyu Hidayat, oknum guru ini sudah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pornografi. Bermula dari informasi masyarakat yang resah akibat ulah tersangka. Polisi yang bergerak cepat menangkap Sulistyowati dirumahnya pada Hari Kamis. Dan dihadapan petugas dia mengakui semua perbuatannya, termasuk motif dan sasaran yang ditujukan.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 29, 32 dan pasal 34 Undang-Undang Pornografi dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” ujar Wahyu. Dari penangkapan ini, diperoleh kabar bahwa, Sulistiowati sudah dipecat dari sekolah tempatya mengajar. Pihak sekolah langsung bereaksi atas munculnya foto bugil di akun facebooknya.

Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Sutrisno mengatakan kaget dengan kabar ada oknum guru yang ditangkap polisi karena mengirim foto bugil di jejaring sosial. Dia memastikan bahwa itu bukan tabiat guru tetapi “oknum guru”.

“Itu bukan perilaku seorang pengajar tapi oknum pengajar. Saya sudah menghubungi kepala sekolah yang bersangkutan agar oknum tersebut dipecat saja,” tegasnya. Sutrisno mengaku geram dengan ulah orang yang mengaku menjadi tenaga pendidik tetapi perilakunya masih jauh dari kategori seorang pendidik. Makanya, atas kasus-kasus seperti ini, harus dilakukan tindakan tegas. Yaitu dikeluarkan dari sekolah  tempatnya mengajar.